The ‘ghostbusters’ Indonesia, berburu hantu dari Indonesia ke Belgia

Dunia supranatural tidak mengenal batasan. Beberapa pejabat pemerintah diketahui menjadi klien tim Pemburu Hantu Asvi.

Fikri langsung merinding saat melihat wanita berambut panjang di foto tersebut. Pada awalnya, tidak ada yang tahu wanita yang tiba-tiba muncul di antara teman-temannya dalam gambar. Belakangan, ia dan temannya yang tinggal di sebuah kost baru menyadari bahwa tidak ada wanita di ruang tamu kost mereka yang terletak di Jalan Efendi, Yogyakarta tempat foto itu diambil pada tahun 2002. Mereka semua terdiam dan menyimpulkan bahwa dia adalah hantu. .

Foto hantu perempuan itu juga menegaskan kembali kecurigaan seorang penyewa sebelumnya yang mengaku sering melihat bayangan perempuan lewat. Awalnya, ‘penghuni tak kasat mata’ ini hanya rumor hingga foto tersebut mengungkap segalanya.

“Saya menelepon teman saya yang akrab dengan situasi seperti itu dan dia memberi tahu saya bahwa memang ada hantu perempuan di rumah itu. Saya telepon dia, dia datang dan melakukan ritual dan rumahnya disterilkan,” kata Fikri  , Minggu (22/2).

Bagi yang percaya, kisah Fikri bisa menjadi contoh adanya makhluk gaib. Cerita seperti inilah yang membuat beberapa orang membentuk kelompok Ghost Hunter atau Ghostbusters seadanya. Mereka menyediakan jasa eksorsisme hantu untuk berbagai bangunan, seperti yang ditawarkan Hafiss Anwar di Ciracas, Jakarta Timur.

Bisnis eksorsisme Hafiss berdiri sejak 2011 dan cukup populer. Dia mengatakan untuk menerima permintaan apa pun, bahkan dari luar negeri. Dia baru-baru ini memiliki klien dari Singapura, Malaysia, dan India sementara klien lokalnya kebanyakan berasal dari Jakarta. Banyak dari mereka memintanya untuk membersihkan rumah atau toko mereka.

Dikatakannya, eksorsisme ini bisa dilakukan melalui jarak pendek maupun jarak jauh. “Biasanya, klien kami adalah orang-orang yang pindah ke rumah baru. Kadang-kadang, ada gangguan spiritual, terutama di rumah-rumah tua. Makhluk gaib itu ada beberapa jenis, ada yang tinggal lama, ada yang bisa jadi ulah seseorang,” kata Hafiss.

Hafiss melanjutkan, “Kalau hantu itu ‘pengiriman’, biasanya terjadi di tempat bisnis seperti pertokoan. Dalam kasus ini, klien kami ingin mensterilkan tempat bisnis mereka untuk meminimalkan gangguan.”

Layanan pengusir hantu dalam dan luar negeri juga disediakan oleh Asvi Airlangga. Bisnisnya yang berdiri pada pertengahan tahun 2013 ini tidak membeda-bedakan klien, apapun latar belakang mereka. Dengan munculnya internet, layanan pengusiran setan Asvi telah berkembang pesat.

Ia mengaku memiliki puluhan klien dari luar negeri. Melalui pengalamannya menjadi seorang fasilitator spiritual, Asvi Airlangga terkejut ketika mengetahui salah satu kliennya berasal dari Eropa, khususnya dari Belgia. Kliennya ini mengeluh tentang rumahnya yang berhantu.

“Kondisi awalnya sangat negatif. Ada sekitar 50 klien asing,” kata Asvi. Klien Belgianya menghubunginya melalui email dan telepon.

Dari rumah Asvi di Yogyakarta, tim fasilitator spiritual melakukan netralisasi dan memancarkan energi positif dari jarak jauh. Proses sterilisasi hantu memakan waktu hingga empat bulan. “Dua kali langsung ke rumah, lalu empat bulan ke pola pikir klien. Hal itu dimaksudkan untuk meneguhkan kembali energi berpikir positif,” kata Asvi.

Saat itu, kliennya mengaku mengetahui layanan pengusir hantu melalui internet. Di halaman situs mereka juga terdapat ratusan testimoni dari klien melalui forum komunitas jejaring terbesar di Indonesia. “Semua testimoni datang dari klien saya. Itu sah dan bisa langsung diperiksa,” kata Asvi.

Dunia supranatural memang tidak mengenal batas. Beberapa pejabat pemerintah diketahui pernah menjadi klien tim Pemburu Hantu Asvi, seperti beberapa pejabat tinggi di Surabaya, Jakarta, dan Yogyakarta. “Saya tidak bisa menjelaskan lebih jauh soal itu,” kata pria yang masih lajang ini.

Kebanyakan eksorsisme hantu di sebuah rumah memang hanya plesetan dari pola pikir seseorang. Ketika ada ‘pengiriman’ energi negatif atau makhluk berdimensi rendah yang menetap di rumah, bisa diatasi dengan energi positif juga. “Bagian tersulit adalah membuat klien kami menjadi orang yang lebih baik, karena ilmu hitam seperti santet (santet) atau apa pun itu bisa berarti kami baru saja melakukan sesuatu yang buruk kepada seseorang secara sadar atau tidak sadar,” kata Asvi.

Asvi kini memiliki Badan Nusantara di Condong Catur, Yogyakarta, yang dipromosikan menjadi tempat belajar energi positif.