5 Fakta Unik Soal Mimpi yang Berkaitan dengan Kehidupan Sang Pemimpi

Cukup Tidur Buat Wajah Perempuan Jadi Makin Cantik

Mimpi mungkin bagi banyak orang hanyallah sebagian dari bunga tidur. Banyak yang meragukan bahwa mimpi dapat menjadi sebuah pertanda bagi sang pemimpi.

Sebenarnya secara psikologi mimpi memang dapat menjadi sebuah pertanda kesehatan mental seseorang.

Pasalnya beberapa mimpi mengisyaratkan mengenai perasaan dan kondisi mental health atau bahkan mencerminkan beberapa kondisi nyata sang pemimpi.

Uniknya, tidak hanya memiliki arti tertentu sebuah mimpi nyatanya memiliki fakta-fakta tertentu yang mungkin jarang diketahui oleh orang.

1. Mimpi paling tidak dapat diingat

Banyak orang tak menyangka mengenai fakta ini.

Namun nyatanya saat seseorang bermimpi kemampuan otak untuk mengingat apa yang dialami saat tidur tidak dapat ditayangkan setelah sang pemimpi bangun.

Itu sebabnya seseorang jarang mengingat mimpinya. 

Hal ini karena daerah “pikiran sub-sadar” otak tidak memindahkannya dari memori jangka pendek ke jangka panjang, sehingga akan dilupakan segera setelah bangun tidur.

Jika mengingat mimpi yang dialaminya semalam berarti ada sesuatu yang belum terselesaikan atau sang pemimpi mendapatkan pertanda dari Tuhan YME mengenai kejadian yang nantinya akan terjadi dikehidupannya.

2. Berpusat Pada Masa Lalu dan Memiliki pengaruh untuk Masa Depan

Pada dasarnya mimpi yang dialami oleh seseorang memiliki kaitan besar dengan masa lalu sang pemimpi.

Tak jarang sebuah mimpi sebenarnya adalah mampu menggabungkan masa lalu dan masa depan.

Kadang-kadang manusia bisa bermimpi masa sekarang tapi lokasinya adalah di rumah saat kita masih kecil.

Atau bahkan kita berada disebuah lokasi yang tak pernah didatangi dan pada kemudian hari kita mendatangi termpat tersebut dan merasa tak asing dengan tempat itu.

3. Orang bisa bermimpi delapan kali dalam satu malam

Rata-rata, orang bermimpi 2 – 4 kali setiap malam, tetapi ada orang-orang yang bermimpi hingga 8 kali.

Kita tidak akan ingat apa yang diimpikan, karena hanya sedikit mimpi yang diingat otak.

Ini biasanya terjadi ketika impian yang mempengaruhi emosi atau stabilitas mental.

4. Lumpuh selama tidur

REM (rapid eye movement) adalha tahap normal tidur, ketika gerakan mata bergerak cepat.

Selama tidur REM, tubuh seolah-olah lumpuh oleh mekanisme di otak untuk mencegah gerakan dari mimpi menjadi kenyataan.

Singkatnya, mekanisme ini mengontrol pergerakan berjalan atau tangan dalam mimpi.

5. Orang bisa mencapai orgasme saat bermimpi

Seperti orgasme nyata, kita dapat merasakan kenikmatan bahkan lebih intens dan memuaskan ketika bermimpi.

Leave a comment